
Saat mati,serangga keluarkan peringatan?
Sejumlah ilmuwan dari Universitas McMaster pun meneliti fenomena itu. Mereka menemukan fakta bahwa keluarnya zat yang tak sedap dari bangkai serangga terkait dengan upaya mencegah penyakit dan predator. Penemuan yang dipublikasikan diJurnal Evolutionary Biology, baru-baru ini dimulai dengan penelitian seekor kecoa.
Saat seekor kecoa menemukan tempat yang baik untuk tinggal, ia akan mengeluarkan aroma feromon guna menarik kelompok mereka agarmendekat. Tertarik dengan hal itu, para ilmuwan pun mencoba mengestrak cairan tubuh yang ada dari kecoa mati. Setelah berhasil,lokasi yang dipilih kemudian ditaburi ekstrak cairan tubuh kecoa. Bukan malah mendekat, kawanan kecoa justru menjauh dari lokasi tersebut.
Meneliti fenomena ini, tim akhirnya menyimpulkan cairan yang dikeluarkan dalam bentuk asam lemak itu berguna untuk menghindari penyakit dan memperingati kawanannya bahwa predator tengah mendekat. Ini artinya asam tersebut memberikan semacam peringatan bagiserangga lain agar menjauh dari bangkai, karena bangkai identik dengan penyakit dan pemangsa yang siap menyerang.